Wednesday, December 10, 2008

TIK Berbasis FOSS; Sebuah Solusi

Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah menengah merupakan kurikulum baru, namun hal itu menunjukkan seriusnya perhatian pemerintah terutama Departemen Pendidikan Nasional akan perkembangan TI di tanah air.

Harus diakui bahwa awal2 perkembangan TI di tanah air tidak bisa lepas dari Microsoft (OS dan Software berbayar hampir identik dengan Microsoft), hal itu sangat berpengaruh pada pembelajaran TI di sekolah menengah. Alhasil awal kemunculan pelajaran TIK hampir dipenuhi oleh produk2 Microsoft (mungkin bisa dikatakan DepDikNas menjadi media Iklan Gratis bagi Microsoft).

Walaupun pada akhirnya pemerintah menyadari hal itu, terbukti dengan diperbaruhinya kurikulum pendidikan menengah pada tahun 2006, Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) sebagai penyempurnaan Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) yang dikeluarkan pada 2004.

Kurikulum TIK 2006 itu tidak lagi menyebut nama produk perangkat lunak, seperti dalam kurikulum pendidikan komputer di Indonesia beberapa tahun sebelumnya. Yang lebih menarik, dalam salah satu materi pokok pelajaran TIK untuk sekolah itu terdapat materi etika dalam menggunakan teknologi informasi dan UU Hak Cipta. Akan sangat memalukan, bila pada saat pelajaran tentang etika dan hak cipta ini siswa menggunakan perangkat lunak bajakan. Di sisi lain, akan sangat berat bagi sekolah dan orang tua siswa, jika harus membayar lisensi semua perangkat lunak yang digunakan di sekolah.

Namun pada kenyataannya, di buku2 paket TIK masih banyak menyebutkan nama produk yang pasti non-free masih mendominasi, hal itu akan memberikan tekanan pada penyelenggara pendidikan (sekolah) untuk menggunakan produk tersebut sebagai alat praktek. Tentu saja sangat sedikit sekali sekolah yang bisa membeli lisensi produk non-free tersebut. Bisa ditebak hasilnya, produk bajakan masih banyak digunakan oleh institusi yang seharusnya banyak mengajarkan moral.

TIK Berbasis FOSS; mungkin sebuah solusi. FOSS singkatan dari Free (Freedom) / Open Source Software, artinya perangkat lunak atau program komputer yang tersedia bebas atau merdeka untuk digunakan dan digandakan. FOSS juga dapat dipelajari dan dikembangkan karena tersedia kode sumbernya (opened source) dan disebarluaskan untuk apa saja. Contoh FOSS adalah Linux, yaitu sistem operasi komputer yang dilengkapi berbagai program untuk memenuhi hampir semua kebutuhan pengguna komputer, termasuk untuk pendidikan mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, kursus-kursus, hingga perguruan tinggi. Contoh Linux buatan anak bangsa: BlankOn dan IGOS Nusantara.

Belum lama ini (Oktober 2008), telah diterbitkan buku pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis FOSS untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dalam format elektronik (PDF) yang diterbitkan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia. (Links download file buku TIK berbasis FOSS untuk SMA/MA dalam format elektronik (PDF) salah satunya adalah:

http://opensource.telkomspeedy.com/speedyorari/index.php?dir=pendidikan/tik

Nah sekarang menjadi tugas kita (para pejuang FOSS) untuk ikut mempublikasikan buku2 tersebut.

0 comments:

Related Post :