Monday, December 28, 2009

Convert DVD Ke AVI DivX/XVid MKV Dengan HandBrake di Ubuntu 9.10

Kompresi file DVD menjadi avi DivX/XVid atau mkv memang sangat bermanfaat, bisa dibayangkan file DVD yang rata-rata 4GB bisa dikompres sampai 700MB menjadi avi DivX/XVid, bahkan jika menggunakan format mkv bisa dikompres  menjadi sekitas 300MB saja. Tapi dari segi kualitas tidak banyak berubah, masih jauh lebih baik daripada VCD.


Untuk Ubuntu Karmic Koala 9.10, aplikasi yang biasa digunakan untuk convert file DVD adalah HandBrake, sekarang sudah versi 0.9.4. Instalasinya cukup gampang, tinggal download file .deb HandBrake 0.9.4 di SINI. Double klik file hasil download tadi dan ikuti langkah-langkah instalasinya.


Hasilnya :







Selamat Mencoba ...!
Read More

Wednesday, December 16, 2009

Menjalankan File MP3, MP4, AVI DIVX Dan MKV di OpenSUSE 11.2

Sama seperti Ubuntu, di OpenSUSE 11.2 untuk menjalankan file multimedia seperti mp3, mp4, avi divx atau mkv harus menginstal secara manual plugin codec – nya. Namun ada cara mudah dan cocok bagi newbi hanya dengan beberapa klik saja. Karena ini menginstal paket baru, tentu saja harus terhubung dengan internet.

Hanya download dan jalankan file ymp dibawah ini :

1. Jika Anda menggunakan KDE sebagai desktopnya download dan jalankan file ini.
2. Jika Anda menggunakan GNOME sebagai desktopnya download dan jalankan file ini.
3. Agar dapat memutar DVD download dan jalankan file ini.




Ikuti langkah-langkah proses instalasi paket, jika menemukan error seperti ini :



Pilih semua pada  opsi pertama yaitu mengubah paket vendor dari  ‘openSUSE’ ke ‘Packman’, kemudian klik OK — Try Again.

Jika semua proses sudah selesai, anda pasti sudah bisa menjalankan file-file multimedia favorit seperti mp3, mp4, avi divx atau mkv.


SELAMAT MENCOBA
Read More

Tuesday, December 15, 2009

Setting Repo OpenSUSE 11.2 Menggunakan YaST

Kemolekan OpenSUSE masih berlanjut, kali aku dibuat terpana oleh fasilitas setting repo OpenSUSE menggunakan YaST, sisi kemudahan dan user friendly diutamakan sehingga aku yakin newbi sekalipun tidak akan menemui kesulitan.
Tapi ada sedikit kendala, ketersediaan repositori online belum banyak, khususnya server Indonesia. Kalau menggunakan repositori default tentu koneksinya lemot banget. Setelah liat kanan-kiri ada dua yang layak dipertimbangkan yaitu repo.ugm.ac.id dan cicak.klas.or.id. Untuk dl2.foss.web.id belum menyediakan OpenSUSE 11.2, yang ada hanya OpenSUSE 11.1.
Sekarang saya menggunakan cicak.klas.or.id karena repo.ugm.ac.id sering error (mungkin masalah koneksi di kantorku, firewallnya sering edan).
Ada dua repo yang akan dibuat yaitu non-oss dan oss, langkahnya :


Klik Start – Computer – YaST, kemudian pilih Software – Software Repositories



klik botton Add untuk menambahkan server repositori baru.





Isikan Repository name sesuai keinginan anda
Isikan Server name dengan cicak.klas.or.id
Isikan Direktori on server dengan /opensuse/distribution/11.2/repo/non-oss/


Klik OK.



Ulangi langkah tersebut untuk repo oss.
Pastikan dua repo tersebut enable dan auto refresh





Untuk memulai download dan install paket, di YaST pilih Software – Software Management






Cukup mudah kan???? SELAMAT MENCOBA
Read More

Monday, December 14, 2009

Setelah Install Open SUSE 11.2 Boot Loader Ubuntu 9.04 Error

Mungkin ini hukuman bagi orang yang doyan selingkuh, setelah ikrar sehidup semati dengan Ubuntu masih juga melirik kemolekan OpenSUSE.


Hal tersebut benar-benar terjadi, setelah sekian lama mengandalkan Ubuntu sebagai pahlawan Sistem Operasi, saya sedikit tergoda melihat kemolekan OpenSUSE, untuk mengobati rasa penasaran akhirnya dipersandingkan juga Ubuntu 9.04 dengan OpenSUSE 11.2.


Dan malapetaka itupun terjadi, setelah install Open SUSE 11.2 boot loader Ubuntu 9.04 error, Ubuntu 9.04 load error. Yang terbersit adalah Open SUSE 11.2 tidak menyalin dengan benar boot loader Ubuntu 9.04, dan saya harus memperbaiki secara manual konfigurasi grub Open SUSE 11.2


Langkah-langkah di bawah ini bisa dicoba.





gambar di atas adalah konfigurasi menu.lst Ubuntu 9.04





Copykan boot loader Ubuntu 9.04 ke dalam grub OpenSUSE dan tambahkan baris :


root (hd0,0)


'hd0' menunjukkan hardisk yang dipakai, '0' menunjukkan urutan partisi tempat Ubuntu 9.04 diinstall dengan hitungan dimulai dari 0 (partisi ke-1 ditulis urutan 0).


Atau menggunakan fasilitas YaST2, klik start – Computer – YaST dan pilih System – Boot Loader, akan tampil seperti gambar di bawah :





Isikan Kernel Image, Initial RAM Disk dan Root Device sesuai dengan boot loader Ubuntu 9.04, khusus untuk Kernel Image dan Initial RAM Disk diawali dengan (hd0,0)/ seperti gambar di atas.

Nah ... Akhirnya Ubuntu n OpenSUSE ku bisa hidup berdampingan.

Read More

Wednesday, November 18, 2009

Tombol Shift Mati Setelah Install Ubuntu 9.10 Karmic Koala

Berhari-hari setelah komputer saya install Ubuntu 9.10 Karmic Koala, tombol shift mati (tidak berfungsi). beberapa aktifitaspun terganggu yang salah satunya tidak bisa menulis alamat email (tidak bisa mengetik karakter @), sangat menjengkelkan.

Tanya kesana-sini, ada beberapa yg menyarankan mengubah keyboard model menjadi generic di System - Preferences - Keyboard. Setelah saya coba hasilnya nihil.

Akhirnya search sana-sini di internet ketemu juga jawabannya di sini. Di Ubuntu Karmic Koala, beberapa fitur compiz otomatis diaktifkan salah satunya adalah key binding yaitu memanfaatkan beberapa tombol keyboard untuk menjalankan animasi compiz. Khusus kasus saya, tombol shift digunakan untuk mengaktifkan fitur slow animations, hal ini bisa dilihat dengan menggunakan CompizConfig Setting Manager, kalau yang belum terinstall, silahkan install dulu bisa lewat terminal atau Synaptic Package Manager.



Seharusnya key binding itu berupa kombinasi dua tombol yang ditekan secara bersamaan, tapi entah ini kesalahan system atau apa untuk Slow Animations hanya menggunakan tombol tunggal yaitu Shift. Jadi secara otomatis jika kita menekan tombol Shift berarti mengaktifkan fitur Slow Animations bukan untuk mencetak karakter yang berada di atas tombol angka.

Maka satu-satunya jalan adalah men-disable key binding untuk Slow Animations atau menggantinya dengan kombinasi dua tombol yang lain. Karena saya tidak terlalu tertarik animasi Compiz, saya matikan saja key binding ini dengan cara menghilangkan tanda centang enable di jendela Edit Slow Animations.




Beres deh .... tombol shift-ku kini kembali.
Read More

Tuesday, November 17, 2009

Menggunakan OpenDNS Free Dan Cepat

Ini pengalaman berharga waktu saya mendaftarkan domain sch.id untuk salah satu sekolah menengah di Bangkalan. Setelah proses pendaftaran beres, saya mencoba mengakses untuk pertama kali domain yang baru dibeli, tapi yang terjadi domain tersebut tidak bisa diakses.


Akhirnya saya konfirmasi kembali kepada penyedia layanan domain dan hosting, tapi jawaban dari costumer service mengatakan bahwa domain tersebut sudah bisa diakses di tempatnya, kemungkinan dns yang saya pakai propagasi atau update dns-nya lambat sehingga harus menunggu. Sekedar info di kantor saya menggunakan Astinet Telkom dengan bandwidth 8 MB, menggunakan dns 202.134.1.10 dan 202.134.0.155.



Akhirnya saya search di google OpenDNS free dan cepat, dan yang saya dapat adalah 208.67.222.222 dan 208.67.220.220, langsung saja saya edit /etc/resolv.conf dan mencoba akses ke domain baru tadi dan jreng ..... langsung bisa.

Dengan kata lain OpenDNS yang notabene-nya free bisa mengalahkan dns Astinet Telkom yang berbayar dan mahal. Kalau di pikir ...... sangat tidak masuk akal, tapi begitulah Telkom, semua juga tahu itu dan bukan rahasia lagi.
Read More

Monday, November 16, 2009

New PCMedia Antivirus (PCMAV 2.2) Nopember 2009

PCMAV 2.2

PCMAV 2.2a + Update B1


Sebelum menggunakan PCMAV ada baiknya anda baca file readme.txt yang disertakan dalam paket.

PC Media Antivirus (PCMAV) 2.2
Copyright (c) 2006-2009 Majalah PC Media
A member of Pinpoint Publications
Read More

Monday, November 2, 2009

Membuat Startup Usb Disk Ubuntu 9.10 'Karmic Koala'

Khusus untuk Ubuntu, mulai Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope sudah menyertakan paket aplikasi USB Disk Startup Creator. Pada kesempatan ini saya coba sharing pembuatan USB Disk startup Ubuntu 9.10 Karmic Koala, caranya cukup mudah.

1.      Pastikan USB Disk mempunyai free space sesuai dengan iso yang mau dibuat USB Disk startup, dalam hal ini Ubuntu 9.10 Karmic Koala sekitar 700mb.
2.      Buka menu System – Administration – USB Disk Startup Creator
3.      Pilih Source disk image bisa berupa iso atau CD




4.      Pilih USB Disk yang mau dibuat, kalau kita masukkan USB Disk secara otomatis akan terbaca oleh System Ubuntu, seperti contoh Kingston DataTraveler di /dev/sdf1 2.0 gb
5.      Jika kita mau menggunakan USB Disk startup untuk membuat dokumen, system merekomendasikan untuk menyediakan space untuk document and setting yang bisa diatur jumlah spacenya sesuai dengan yang kita butuhkan.
6.      Kilik tombol Make Startup Disk




7.      Tunggu sampai installing ke USB Disk selesai
8.      Kalau proses installing ke USB Disk selesai, maka isi USB Disk kita seperti gambar di bawah ini.




Kalau kita ingin membuat USB Disk startup di windows jangan khawatir, ada aplikasi portable free yang bisa dipakai yaitu : UnetBootin. Caranya juga cukup mudah.


1.      Double klik aplikasi UnetBootin-Windows-323.exe, bisa didownload di sini.
2.      Pilih distribution linux yang mau kita buat USB Disk startup, untuk Ubuntu 9.10 Karmic Koala belum ada di list, pilih saja Ubuntu 9.04 Live




3.      Pilih source disk berupa ISO di DiskImage
4.      Untuk pemula yang belum begitu faham tentang linux, disarankan melewati pilihan custom.
5.      Pilih USB Disk dengan memilih type USB Drive dan drive di mana USB disk dikenali oleh windows.
6.      Klik OK, tunggu sampai proses instalasi ke USB Disk selesai.


Selamat mencoba ..!
Read More

Tuesday, October 27, 2009

Installing MySQL Workbench on Linux


MySQL Workbench is a next-generation visual database design application that can be used to efficiently design, manage and document database schemata.
It is available as both, open source and commercial editions. The Community (OSS) Edition is available from this page under the free software/opensource GNU General Public License (commonly known as the "GPL")
The Windows version requires the .Net 2.0 framework which is integrated with Windows Vista. Windows XP SP2 users need to download the framework and install it prior to MySQL Workbench.

Installing MySQL Workbench on Linux


There are several binary distributions of MySQL Workbench available for Linux. These include:
  • Fedora 10 amd64 (RPM)
  • Ubuntu 8.04 i386 (DEB)
  • Ubuntu 8.10 amd64 (DEB)
In addition to the binary distributions, it is also possible to download the MySQL Workbench source code as a tar.gz or RPM package.
Check the MySQL Workbench download page for the latest packages.
The procedure for installing on Linux depends on which Linux distribution you are using.

Installing DEB packages
On Ubuntu, and other systems that use the Debian package scheme, you can install MySQL Workbench using a command such as:
shell> sudo dpkg -i package.deb
Note that package.deb will be the MySQL Workbench package, for example, mysql-workbench-oss-version_i386.deb, where version is the MySQL Workbench version number.

Note

You may be warned that certain libraries are not available, depending on what you already have installed. Install the required libraries and then install the MySQL Workbench package again.

Installing RPM packages
On RedHat-based systems, and other systems using the RPM package format, MySQL Workbench can be installed by a command such as:
shell> sudo rpm -i package.rpm
Again, note that package.rpm will be the MySQL Workbench package, for example, mysql-workbench-oss-version-1fc10.x86_64.rpm, and version is the MySQL Workbench version number.
Read More

Monday, October 26, 2009

Friday, October 23, 2009

Squid Delay Pools Configuration

Like the previous post about proxy squid and squid delay pools, on this occasion I give a simple example configuration squid delay pools. Previously must understand some common terms in the delay pools :

delay_pools
delay_pools can be defined as a part / pool, which states how many parts / pool that will be made, for example:

delay_pools 1

Note : there is only 1 pools that we enforce

delay_class

delay_class states of the rules of each section / pool that has been defined in the delay-pools option. There are three classes are supported :

• Class 1: All access is restricted to a single bucket, that is one rule for all the networks.
• Class 2: All Access is restricted to a single aggregate bandwidth with two parameters. The first parameter defines how the maximum bandwidth throughout the network, the second parameter defines a more specific bandwidth to each client.
• Class 3: The bandwidth that defines in detail. The first parameter defines how the maximum bandwidth throughout the network, the second parameter defines how much bandwidth is normally obtained by the client, and third parameters are obtained defining client bandwidth when accessing certain files specific,

for example:

delay_class 1 3

Note : pool 1 has 3 classes, meaning there will be 3 rules in the pool 1

delay_access

delay_access disallow access to anyone (acl) who may use this delay pools. important to remember that should the limit be sure to determine in the end with deny all, to declare that outside acl is not allowed to use delay pools, for example:

delay_access 1 allow localnet
delay_access 1 deny all


delay_parameters


This is the most important part of the delay pools to give every delay rules established pools. delay parameter has a format that is tailored to the type / class is used. But every type of wear is the standard format 1 restore / max.
restore indicates the maximum data rate that can be passed when the price had exceeded max, in units of bytes / second
max showing her big files or bucket that can be passed without delay through the process. in units of bytes.
To note the above is the price of the unit is restored where we often receive / rent / buy bandwidth from the provider in units of bits / second rather than bytes / second. While speed unit shown by Microsoft at the time of downloading files is bytes / sec.

While the units of max price is in conformity with the daily habits, which we give quantities bytes in the files.
1 byte = 8 bits.

This is where the bandwidth limitations rules apply. Max is a condition in which we have all the bandwidth quota or while not at its peak usage. Restore is a condition when the bandwidth reaches its peak, and each rule will get a maximum bandwidth of the price we restore the set.

delay_parameters 1 -1/-1 24000/32000 16000/32000

Ket:

Pool 1 has 3 classes.
Class 1 has a -1/-1 value means the overall bandwidth allocated to the entire client network squid.
Class 2 has 24000/32000 value means each client will get the squid maximum bandwidth allocated 32,000 bytes / second or 256 kbps and as high traffic will only get a maximum of 24,000 bytes / second or 192 kbps.
Class 3 has a 16000/32000 value meaning when download a file, the client will get the squid maximum bandwidth allocated 32,000 bytes / second or 256 kbps and as high traffic will only get a maximum of 16,000 bytes / second or 128 kbps.

The following simple example squid delay pools

Example 1

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl admin src 192.168.1.250/255.255.255.255 
acl server src 192.168.1.251/255.255.255.255
acl general src 192.168.1.0/255.255.255.0
acl staff src 192.168.1.1 192.168.1.111 192.168.1.2 192.168.1.4 192.168.1.71
 

delay_pools 3
delay_class 1 1
delay_parameters 1 -1/-1
 

delay_access 1 allow admin 
delay_access 1 allow the server 
delay_access 1 deny all
 

delay_class 2 1
delay_parameters 2 1500/64000
delay_access 2 allow staff
delay_access 2 deny all
 

delay_class 3 1
delay_parameters 3 1000/32000
delay_access 3 general allow 
delay_access 3 deny all

Note :
- admin and server with unlimited bandwidth
- staff with a bandwidth of 1.5 Kbytes / sec, when files are accessed over 64Kbytes
- common with bandwidth 1 Kbytes / sec, when files are accessed by more than 32 Kbytes

Example 2

acl multimedia url_regex -i \. mp3 $ \. rm $ \. mpg $ \. mpeg $ \. avi $ \. dat $
 

delay_pools 1
delay_class 1 1
delay_parameters 1 1000/16000
delay_access 1 allow multimedia 
delay_access 1 deny ALL 

Note :
Delay pools are used to restrict download files for a particular extension.
Use the acl url_regex to restrict download multimedia files up to 1 KBytes / sec.

Example 3

acl JAM_KANTOR time SMTWHFA 07:00-18:00

delay_pools 2 delay_class 1 2
delay_parameters 1 24000/32000 -1/-1
delay_access 1 allow JAM_KANTOR
delay_access 1 deny all

delay_class 1 2
delay_parameters 2 8000/8000 -1/-1
delay_access 2 allow research ! JAM_KANTOR
delay_access 2 deny all


Note :
In office hours (07:00 - 18:00) given speed to 256 kbps on each host, and outside office hours are given only up to 64 kbps speed.
Read More

Wednesday, October 21, 2009

gBilling Untuk Billing Warnet.

Setelah saya mencoba beberapa billing untuk warung internet, akhirnya saya jatuh hati pada gBilling, mungkin karena gBilling dilisensikan di bawah GPL (GNU Public License) versi 2, jadi tidak ada batasan distribusi dan batasan modifikasi dengan gBilling, anda dapat memodifikasi gBilling sesuai keperluan anda. Disamping itu kompabilitas gBilling yang telah mengeluarkan berbagai versi, baik versi Linux, Mac maupun Windows.

Walaupun release pertama gBilling masih dalam release percobaan (BETA), tapi hasil percobaan yang saya lakukan cukup sukses. Saya menggunakan Ubuntu 9.04 sebagai komputer server dan windows XP Profesional SP2 sebagai komputer client, hasilnya cukup memuaskan. instalasi cukup mudah dan setting konfigurasi baik server maupun client sangat user friendly.

Tapi ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :
1.    Setting waktu untuk durasi pemakaian di komputer client masih tergantung pada komputer client, jika waktu di komputer client lebih lambat dari server maka durasi pemakaian yang tampil di GUI server minus (-). Seharusnya waktu “start” dan “finish” menggunakan waktu di komputer server.
2.    Pengaturan tarif masih membingungkan, contoh :
Menit pertama     : 40    harga    : 2000
Menit selanjutnya    : 10    harga     : 500
Perubahan harga dari 2000 ke 2500 itu terjadi pada menit ke 50.00, atau  Perubahan harga dari 2500 ke 3000 itu terjadi pada menit ke 60.00, sehingga pada menit ke 69.59 harga masih tercatat 3000, tentu hal ini merugikan pemilik warung internet.
3.    Pengaturan tarif paket masih ada bug, saya mengatur tarif paket perjam 3000, setelah itu saya mencoba dari komputer client memilih paket, setelah saya tekan tombol “mulai”, aplikasi gBilling client restart tanpa ada sebab yang jelas, tapi jika saya memilih tarif reguler tidak ada masalah.

Walaupun masih ada bug seperti di atas, hal itu bisa diselesaikan dengan cara :
1.    Pastikan waktu di komputer server dan komputer client itu sama, cara yang termudah adalah synkronisasi otomatis dengan internet time.
2.    Untuk permasalahan poin 2 dan 3 bisa diakali dengan mengatur tarif reguler seperti contoh di bawah ini :
Menit pertama     : 40    harga    : 2000
Menit selanjutnya    : 2    harga     : 100
(bisa menggunakan 1 det : 50 rupiah, kalau tidak keberatan menyediakan uang kembali 50-an)
Sehingga setelah tarif paket di menit pertama, perubahan harga tidak terlalu lama, kalaupun pemilik warung internat rugi, itupun tidak lebih dari 2 menit.

Terlepas dari hal itu semua, sya mengucapkan terimakasih kepada tim pengembang gBilling, semoga di release final nanti bug-bug tersebut sudah bisa diatasi.
Read More

PDF Tidak Bisa Dicetak, Pake Ubuntu Saja

Google Translate from sonic2epix 

Kemarin saya men-download beberapa soal-soal ujian untuk ujian. Format file yang aku download adalah tipe PDF. Saya menemukan masalah ketika akan melakukan mencetak file ini, ada pesan bahwa "Berkas tersebut dilindungi dan tidak dapat dicetak". Setelah saya mencoba begitu banyak aplikasi PDF reader, akhirnya saya menemukan bahwa hanya Ubuntu Document Viewer dapat melakukan pencetakan pada file, berkat aplikasi ini.

Kalian semua harus mencoba.
Read More

Linux For Beginners

For windows users "pirated" which was already uncomfortable with its "illegal", or have started to realize that playing around with the windows turned out to be lethal creativity because the code is not open, then the thought of polygamy with linux can be an alternative.

About Linux 

Linux is the operating system open source or free, so linux is free for use, in copy, distributed, modified or developed without the permission of anyone. Even if measured by cost, Linux is much cheaper than Microsoft Windows, but of course we know that does not mean cheap or bad in high quality. From the standpoint of system security side, certainly not a secret that Linux is much more powerful when compared to Windows which is often the target of hackers? systems other than Linux's architecture is built with a framework and a good level of security and this of course also strongly associated with the open source nature of Linux that gives freedom to build, to improvise and to innovate to the developers.

Choosing The Right Linux Distro

For beginners who had just to Linux, they usually knock on the election problems in distribution or more familiar with the term "distributions" that will be used. Linux distro is just a difference in the application program package, tools for installation, whereas, the basic commands, programs, organizational directories and files, and any additional utilities. In the system all Linux distributions are both using the Linux kernel. Things that should be considered by beginners in selecting the appropriate distribution is:

1. Availability: whether the distributions are easily obtained, either by buying the CD, download, borrow from friends, or a copy of the loan.
2. Popularity: whether the distro is quite popular in our environment, these considerations are intended to be easier in future to seek help, and we can discuss more specific, because in Linux, the community is very important.
3. Convenience: as a beginner these factors should be considered. If you are the kind who likes a challenge and not easily discouraged these factors may be ignored, but beginners usually prefer the easy way distro installation.
4. Support: whether technical or non-technical support available for these distributions. In general, all the Linux distributions supported by the Linux community, but for commercial distribution that will be coupled with technical support from the vendor. Some companies, such as LinuxCare provide technical support for Linux in general.

Well, now you must make a choice, choose according to need, as consideration visit sites that discuss various Linux distributions can be done, such as www.distrowatch.com, there is described the latest current distributions or distributions based on your favorite hits ranking pages.

Good luck.
Read More

Wednesday, October 14, 2009

Antivirus Ampuh Untuk Warnet

Hal yang patut diperhatikan bagi komunitas warnet (warung internet) terutama yang menggunakan produk Windows adalah antivirus. Selain koneksi langsung ke internet sudah beresiko besar terjangkit virus ataupun malware, pengguna warnet yang sangat beragam juga berpotensi besar sebagai mata rantai penyebaran virus, ada yang secara tidak sengaja menularkan virus dari flashdik yang dibawa oleh konsumen, unsur kesengajaan juga bisa terjadi dengan motif persaingan antar pemilik warnet.

Untuk mngatasi masalah tersebut tentu pemilik warnet harus pandai melakukan pencegahan, diantaranya adalah memilih antivirus yang ampuh. Antivirus yang cukup lazim dipakai oleh pengguna komputer di Indonesia mulai yang gratisan antara lain : ClamAV, AVG Free, Smadav, PCMAV (bundle with PCMedia), Avira Antivir Personal, Avast Home Edition dan lainnya. Sedangkan antivirus berbayar yang cukup bisa diperhitungkan menurut TopTenReviews tahun 2009 adalah :


Peringkat 1 : BitDefender Antivirus (www.bitdefender.com)
Peringkat 2 : Kaspersky Anti-Virus (www.kaspersky.com)
Peringkat 3 : Webroot Antivirus (www.webroot.com)
Peringkat 4 : ESET Nod32 (www.eset.com)
Peringkat 5 : AVG Anti-Virus (www.avg.com)
Peringkat 6 : Vipre Antivirus + Antispyware (www.vipreantivirus.com)
Peringkat 7 : F-Secure Anti-Virus (www.f-secure.com)
Peringkat 8 : Trend Micro (www.trendmicro.com)
Peringkat 9 : McAfee VirusScan (www.mcafee.com)
Peringkat 10 : Norton AntiVirus (www.symantec.com)

Sebenarnya menurut pengalaman penulis, antivirus apapun yang dipakai baik yang gratisan maupun berbayar semuanya sangat membantu untuk membasmi virus di warnet kita, namun hal itu tergantung pada kesediaan kita untuk rajin mengupdate. Tanpa update, antivirus apapun akan loyo menghadapi serbuan virus-virus yang juga rajin mengaupdate kelemahan-kelemahannya.

Kalau kita tidak ingin dipusingkan dengan permasalahan virus itu, ada cara yang terbukti ampuh untuk bisa dilakukan, yaitu dengan mengganti sistem operasi kita dengan Linux. Hampir 100% virus atau malware dibuat untuk menghancurkan dominasi Microsoft dengan Windows-nya. Sehingga virus atau malware tidak akan berpengaruh terhadap sistem operasi Linux.

Dengan kata lain : Hidup tenang dengan Linux, warnet aman dengan Linux.
Read More

Mengatur Bandwidth Menggunakan Squid Delay Pool

Ini mungkin bisa dijadikan alternatif pengaturan bandwidth internet selain HTB. waktu saya tanya Mbah Google referensi delay pool -nya squid, emang keliatan ribet (bener tuh kata temen saya). tapi saya ingat pernah menemukan referensi yg cukup mudah dipahami tentang konfigurasi delay pool ini.

Akhirnya setelah bongkar sana-sisi ketemu juga, ntah saya download dari mana, tapi yang jelas saya harus berterima kasih pada yang mpu-nya.

referensinya bisa di download di sini (rapidshare) atau di sini (indowebster)
Read More

Wednesday, October 7, 2009

Menggabungkan Proxy Squid ZPH dan Bandwidth Management HTB Tools

Cukup penting untuk warnet.

Illustrasi :


Semua warnet ingin memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumennya, salah satunya akses internet yang cepat. Untuk pemodal besar hal itu tidak akan terlalu menjadi masalah, tinggal menambah bandwidth internet yang tentu saja juga berpengaruh terhadap pengeluaran biaya operasional. Namun bagi warnet pemula dengan tongpes tapi ingin bagus dan cepat tentu saja harus memutar otak untuk mengakalinya.

Sebagai contoh warnet teman saya yang hanya berlangganan speedy paket unlimited kecepatan 384 kbps dengan 6 cilent. Jika kecepatan speedy sedang maksimal maka tiap client akan mendapatkan jatah 384 kbps : 6 = 64 Kbps atau 8 KBps (cat : 8 bit = 1 byte), nah nyatanya kecepatan speedy adalah share, tergantung jumlah user pada saat yang sama, dan bisa dikatakan sangat jarang kecepatan speedy bisa mencapai kecepatan maksimal.

Untuk itu server proxy sangat dibutuhkan untuk mengelabuhi konsumen, karena dengan cache yang ada di server proxy client bisa mendapatkan kecepatan lokal untuk membuka halaman web yang sudah dicache (pernah dibuka/dikunjungi). Client hanya melakukan akses langung ke internet jika client mengakses halaman yang belum dicache oleh proxy. Proxy yang lazim dipakai oleh linux adalah Squid, selain opensource, performanya sudah banyak terbukti.

Untuk mengatasi rebutan bandwidth antar client dibutuhkan pembagian bandwidth, bisa dibayangkan jika tanpa pembagian bandwidth, jika satu cilent saja download menggunakan addons Downthemall milik mozilla firefox saja yang hanya bisa memecah proses download maksimal 10 part (1 client download dianggap ada 10 client melakukan permintaan download secara bersama), maka habislah bandwidth disedot oleh 1 client saja. Apalagi dengan menggunakan download accelerator yang lain (getRight, IDM, DAP) yang bisa memecah proses download sampai 100 part. Untuk urusan bandwidth management (pembagian bandwidth) ini aplikasi yang cukup mudah digunakan di lingkungan Linux adalah HTB Tools.

Nah sekarang masalahnya adalah bagaimana menggabungkan Squid dan HTB Tools yang kerjanya agak kontradiktif berdasarkan fungsinya (bertolak belakang). Squid salah satunya digunakan untuk mempercepat akses internet dari client dengan memanfaatkan cache yang bisa diakses secara lokal, tapi HTB Tools malah mau membatasi jatah kecepatan bandwidth maksimal tiap client. Jadi walaupun server Squid proxy menyediakan cache page yang sudah pernah dibuka untuk bisa diakses secara lokal (dengan kecepatan LAN) tapi karena kecepatan bandwidth maksimal sudah ditentukan oleh HTB Tools maka client tetap hanya bisa mengakses cache tersebut dengan kecepatan yang ditentukan oleh HTB Tools.


Harapan : apakah bisa fungsi pembagian bandwidth dari HTB Tools hanya berlaku untuk akses langsung client ke internet (untuk mengakses halaman web yang belum di cache), sedangkan untuk mengakses cache proxy tanpa pembatasan dari HTB Tools ???

Solusi : Squid menyediakan fasilitas ZPH (Zero Penalty Hit) adalah cara untuk memberi tanda pada paket yang diambil dari cache server proxy, atau istilahnya paket TCP-HIT. Dengan demikian jika kita menggabungkan dengan HTB Tools, maka kita bisa mengatur agar HTB Tools membaypass paket yang sudah ditandai (TCP-HIT).

Untuk Ubuntu 8.10 atau yang lebih baru, paket ZPH sudah include di dalam Squid3, selain itu kita harus mem = patch ZPH ke Squid dulu untuk menggunakannya. Untuk mempermudah gunakan versi Ubuntu terbaru, disini saya menggunakan Ubuntu 9.04 Jauty Jackalope.

Langkah-langkah mengkombinasikan Squid ZPH dengan HTB Tools.


1. Pastikan Squid sudah terinstal dan bisa berjalan dengan baik. Kalau belum tau caranya bisa dilihat disini.

2. Pastikan HTB Tools sudah terinstal dan bisa berjalan dengan baik. Kalau belum tau caranya bisa dilihat disini.


3. Tambahkan 4 baris berikut di squid.conf , bisa diletakkan di akhir file.
zph_mode tos
zph_local 0x30
zph_parent 0
zph_option 136


4. Restart squid

5. generate file konfigurasi HTB Tools dengan menggunakan q_parser, dengan perintah :

$sudo q_parser eth1 10000 10000 /etc/htb/eth1-qos.cfg > /home/user/eth1-qos.sh


Kalau masih muncul pesan error permision denied, bisa di coba dengan login sebagai root dulu, dengan perintah :

$sudo –i

(tanda $ akan berubah menjadi #)

6. Edit file hasil generate (eth1-qos.sh), cari baris :

$TC qdisc add dev $DEV parent 1:0x10 handle 0x10: pfifo limit 5


tambahkan baris berikut dibawahnya :

$TC class add dev $DEV parent 1:1 classid 1:0x15 htb rate 10Mbit
$TC filter add dev $DEV parent 1:0 protocol ip prio 1 u32 match ip protocol 0x6 0xff match ip tos 0x30 0xff flowid 1:15


7. Ubah permision eth1-qos.sh agar bisa dieksekusi, dengan perintah :

$udo chmod 775 /home/user/eth1-qos.sh

8. Jalankan file eth1-qos.sh, dengan perintah :

$sudo /home/user/eth1-qos.sh


9. Kalau ingin file tersebut bisa langsung dijalankan saat booting (komputer baru dinyalakan), tambahkan baris perintah tersebut di file /etc/rc.local



Nah sudah jadi deh kombinasi squid + ZPH dan HTB Tools
Selamat mencoba ......


Read More

Pengaturan Bandwidth Internet dengan HTB Tools di Ubuntu

Untuk mengatasi rebutan bandwidth internet antar client dibutuhkan pembagian bandwidth, bisa dibayangkan jika tanpa pembagian bandwidth, jika satu cilent saja download menggunakan addons Downthemall milik mozilla firefox saja yang hanya bisa memecah proses download maksimal 10 part (1 client download dianggap ada 10 client melakukan permintaan download secara bersama), maka habislah bandwidth disedot oleh 1 client saja. Apalagi dengan menggunakan download accelerator yang lain (getRight, IDM, DAP) yang bisa memecah proses download sampai 100 part. Untuk urusan bandwidth management (pembagian bandwidth) ini aplikasi yang cukup mudah digunakan di lingkungan Linux adalah HTB Tools.

Karena saya menggunakan Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope, maka saya akan sedikit sharing tentang instalasi HTB Tools di Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope.

Pertama download paket HTB Tools terbari di http://htb-tools.skydevel.ro/download.php, saya menggunakan HTB-tools-0.3.0a-i486-1.tgz


ekstrak file nya, dengan perintah
$sudo tar -zxvf HTB-tools-0.3.0a-i486-1.tgz

Hasilnya akan muncul folder etc, install, sbin dan usr di /home/user/. Pindahkan isi semua folder $sbin nya HTB tools di /sbin server dengan perintah :

$sudo mv /home/user/sbin/htb /sbin
$sudo mv /home/user/sbin/htbgen /sbin
$sudo mv /home/user/sbin/q_checkcfg /sbin
$sudo mv /home/user/sbin/q_parser /sbin
$sudo mv /home/user/sbin/q_show /sbin

Pindahin folder htb di /home/user/etc ke /etc nya server dengan perintah :

$sudo mv /home/user/etc/htb /etc

Ubah nama file yang ada di /etc/htb dengan menghilangkan kata new dengan perintah :
$sudo mv /etc/htb/eth0-qos.cfg.new /etc/htb/eth0-qos.cfg
$sudo mv /etc/htb/eth1-qos.cfg.new /etc/htb/eth1-qos.cfg

Pindahkan file /home/user/etc/rc.d/rc.htb.new ke /etc/init.d/ dan ubah nama filenya menjadi rc.htb dengan perintah :
$sudo mv /home/user/etc/rc.d/rc.htb.new /etc/init.d/rc.htb

Ubah permision rc.htb agar bisa di eksekusi dengan perintah :
$sudo chmod 755 /etc/init.d/rc.htb

Mulai konfigurasi eth0-qos cfg dan eth1-qos cfg sesuai kebutuhan, Jika interface yang berhubungan langsung dengan client adalah eth1 maka yang kita konfigurasi eth1-qos cfg.
$sudo nano /etc/htb/eth1-qos.cfg

-- contoh konfigurasi --

# Pengaturan bandwidth warnetku
class LAN_1 {
bandwidth 384;
limit 384;
burst 2;
priority 1;
que sfq;


client pc1 {
bandwidth 64;
limit 128;
burst 2;
priority 1;
src {
192.168.1.2/32;
};
};

client pc2 {
bandwidth 64;
limit 128;
burst 2;
priority 1;
src {
192.168.1.3/32;
};
};

client pc3 {
bandwidth 64;
limit 128;
burst 2;
priority 1;
src {
192.168.1.4/32;
};
};

client pc4 {
bandwidth 64;
limit 128;
burst 2;
priority 1;
src {
192.168.1.5/32;
};
};

client pc5 {
bandwidth 64;
limit 128;
burst 2;
priority 1;
src {
192.168.1.6/32;
};
};

client admin {
bandwidth 64;
limit 128;
burst 2;
priority 1;
src {
192.168.1.1/32;
};
};


};

Kalau konfigurasinya benar makan HTB Tools sudah bisa dijalankan, jalankan HTB Tools nya dengan perintah :
$sudo /etc/init.d/rc.htb start_eth1

Kalau ingin HTB Tools tersebut bisa langsung dijalankan saat booting (komputer baru dinyalakan), tambahkan baris perintah tersebut di file /etc/rc.local

Kalo mau lihat hasilnya jalan trafic nya bisa dilihat dengan perintah :
$sudo /etc/init.d/rc.htb show_eth1


Kalo mau mematikan HTB Tools dengan perintah :
$sudo /etc/init.d/rc.htb stop_eth1


Selamat mencoba, semoga sukses
Read More

Monday, October 5, 2009

New PCMedia Antivirus (PCMAV 2.1a) September-Oktober 2009

PCMAV 2.1a + Update B4 (from akhdian.net)


Sebelum menggunakan PCMAV ada baiknya anda baca file readme.txt yang disertakan dalam paket.

PC Media Antivirus (PCMAV) 2.1a
Copyright (c) 2006-2009 Majalah PC Media
A member of Pinpoint Publications
Read More

Wednesday, August 19, 2009

Jelang Ultah ke-10, Blogger.com Siapkan Hadiah Khusus

SAN FRANSISCO - Sebelum Facebook meledak dan Twitter digandrungi, pengguna dunia maya terlebih dahulu mengenal blog, bahkan asal muasal Twitter, bermuara dari blog. Dan bagi sebagian besar orang, pasti tidak bisa melupakan Blogger.com, sebagai platform blogging terbesar di dunia.

Nanti, pada Minggu 23 Agustus 2009, Blogger.com ternyata genap berusia 10 tahun. Ya, tepat saat Perang Kosovo berkecamuk, Evan Williams, salah satu pendiri Blogger.com meluncurkan produknya itu ke seluruh dunia. Dalam perjalanannya, platform ini pun terus berkembang, sampai di tahun 2003, Google mengakusisi Blogger.com.

Seperti yang dilansir Techcrunch, Rabu (19/8/2009), tim Blogger dari Google, akan merayakan hari istimewa tersebut dengan memberikan hadiah kepada pengguna setia Blogger.com, berupa fitur-fitur khusus yang baru. Belum diketahui apa fitur tersebut, karena memang sifatnya yang rahasia. Namun yang jelas, fitur tersebut, bakal lebih nyaman dari Wordpress, dan untuk menyaingi situs mikroblogging Twitter.

Terkait dengan Twitter, ternyata persaingan mereka tidak hanya bermula dari konsep Twitter yang mengadopsi blog saja, melainkan juga dari sisi sejarah berdirinya layanan blog mini tersebut. Dulu, pendiri Twitter Biz Stone pernah bekerja bersama Williams di tim Blogger.com, saat situs tersebut diakusisi Google.

Namun, setahun kemudian, tepatnya tahun 2004, Stone keluar dari Blogger.com, yang kemudian mendirikan Obvious Corp, cikal bakal berdirinya Twitter. Seperti diketahui, antara Blogger dengan Twitter terlibat persaingan yang sengit, seiring dengan pertumbuhan pengguna Blogger.com yang semakin tergerus.

Berkurangnya jutaan pengguna Blogger.com, ditenggarai karena banyak pengguna situs tersebut beralih ke Wordpress.com dan Twitter. Tentu saja, Stone, menjadi salah satu orang yang bersalah dalam peristiwa ini.

Kendati demikian, Blogger.com tetap dicintai penggemarnya. Sebagai bukti, hingga satu dasawarsa tetap menjadi pilihan utama penulis di dunia maya.
Sumber : Techno - Internet okezone.com
Read More

Wednesday, August 12, 2009

Menggunakan Free Proxy Dengan PhProxy di Firefox

Sedih juga kalo punya internet dengan kecepatan lumayan tapi aksesnya terbatas. Hal itu juga terjadi di tempat kerjaku, kebijakan untuk memblok beberapa situs yang dianggap tidak terlalu penting di institusi pendidikan. Walaupun aku tidak bisa menyalahkan kebijakan itu, namun saat aku membutuhkan akses ke situs-situs tersebut (misalnya YouTube dan Indowebster) yang menurutku tidak selalu berurusan dengan pornografi atau pembajakan.

Akhirnya aku mencari cara agar bisa melewati itu, salah satunya dengan memanfaatkan Free Proxy. Cara kerja Free Proxy cukup sederhana, kita mengirimkan permintaan akses ke server proxy untuk membuka situs tertentu yang diblok, kalau kebetulan sudah tersimpan di cache proxy maka halaman page langsung dibuka, kalau belum maka server proxy yang akan mendownloadkan halaman page tersebut untuk kita, firewall hanya mengetahui bahwa kita mengakses server proxy, lain lagi kalo free proxy itu juga diblok oleh firewall. Tapi kita bisa dengan mudah mencari free proxy lain yang cukup banyak ditemui.


Berbicara tentang free proxy, Mozilla firefox sudah memberikan kemudahan dengan add on (penggaya) PhProxy (PhZilla) yang sudah dilengkapi dengan beberapa server free proxy.


Caranya cukup mudah, tinggal install add on PhZilla di firefox yang anda gunakan, dan restart firefox. Kalau instalasi berhasil maka di pojok bawah firefox akan muncul icon PhZilla seperti huruf P dalam lingkaran berwarna biru

Cara membuka situs dengan PhZilla :


  1. klik kanan di link yang mau dibuka, pilih open by PhProxy



  1. kalau ingin membuka dihalaman kosong, ketikkan alamat situs atau url yang mau dibuka di address bar, copy url biarkan halaman web kosong tersebut terbuka, klik kanan di icon PhZilla di pojok kanan bawah, pilih secure paste and open.



  1. Kalau ingin mengubah server proxy, klik kanan di icon PhZilla di pojok kanan bawah, pilih change PhProxy server dan pilih salah satu server proxy yang kita inginkan.



  1. tanda kalau situs sedah berhasil dibuka menggunakan PhZilla, di address bar ada awalan PH:: sebelum alamat situs.



Saya menggunakan server proxy di http://us1.browser.web.id lumayan cepat untuk membuka YouTube dan Indowebster.


Selamat mencoba …..
Read More

Tuesday, July 28, 2009

Memindahkan Posting dari Blogger ke WordPress

Ternyata memindahkan semua tulisan yang ada di Blogger/Blogspot ke wordpress sangat mudah WordPress meberikan kemudahan untuk migrasi, entah apa alasannya yang jelas wordpress ingin para blogger tidak menemui kesulitan jika suatu saat pindah ke wordpress.

Seperti yang telah saya lakukan, sebelumnya saya mempunyai blog di http://lutfi-unijoyo.blogspot.com, hanya dengan beberapa langkah mudah saya pindahkan semua tulisan di blogger ke blog bari saya di http://nadzim.wordpress.com, waktu yang dibutuhkan juga sangat singkat, untuk 53 tulisan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 menit. Bahkan bukan hanya tulisan/posting saja yang berpindah, kategori dan komen juga ikut. Hebat bukan?

Langkahnya sangat mudah :

1. Login di account wordpress, masuk de dashboard

2. Pilih dropdown menu Tool >> Import

3. Pilih jenis blog yang mau di import yaitu Blooger

4. Kalau dalam keadaan login di account blogger, kita hanya tinggal tekan tombol Authorize

5. Kalau tidak dalam keadaan login di account blogger, masukkan account blogger dan Authorize

6. Akan muncul daftar blog yang kita kelola di Blogger, serta jumlah tulisa/posting

7. Saya pilih blog bE oPeN SoURcE yang akan di import, dan klik tombol import

8. Tunggu sekitar 1 menit, maka semua tulisan di blogger sudah tercopy ke blog wordpress

wordpressimport

Mudah kan? Selamat mencoba ……

Read More

Mengembalikan Bootloader Grub Yang Dihapus Windows

Bootloader Grub Ubuntu Dihapus Windows: Instal Ulang

Jika kita menjalankan sistem dual-boot (Linux dan Windows), mungkin pernah terjadi bootloader grub pada master boot record (MBR) terhapus. Apa lagi kita sering mendapatkan Windows makin lemah kinerjakan dan perlu diinstal ulang, misalnya 6 bulan sekali. Saat instalasi Windows, jika grub ada di MBR maka otomatis dihapus oleh Windows.

Bagaimana cara mengembalikan GRUB ke MBR tersebut?, ikuti langkah singkat berikut:

(1) Boot menggunakan LiveCD Ubuntu (atau BlankOn)
(2) Buka Terminal (console) dan ketik 3 perintah di bawah setelah menjalankan grub. (hd0,0) menyatakan harddisk pertama partisi pertama, yaitu lokasi MBR. Jika GRUB diletakkan di partisi lain, sesuaikan.

sudo grub

> root (hd0,0)
> setup (hd0)
> exit

Reboot (keluarkan livecd), dan boot menu sudah kembali seperti semula.

Bagaimana jika entri Windows tidak ada di dalam boot menu dari grub?

Ini sangat mungkin jika kita menginstal Linux sebelum adanya Windows di salah satu partisi. Setelah Linux (Ubuntu) berjalan, masuk ke console (Terminal). Buka file menu.lst menggunakan suatu editor.

sudo gedit /boot/grub/menu.lst

Akan terlihat contoh entri dari Windows, hilangkan semua tanda komentar dan sesuaikan (hd0,0) dengan partisi di mana Windows saat ini berada.

# title Windows 95/98/NT/2000
# root (hd0,0)
# makeactive
# chainloader +1

Jika Windows terinstal pada partisi ketiga, maka (hd0,0) diganti menjadi (hd0,2).

Semoga bermanfaat.

Sumber asli : http://komputasi.wordpress.com

Read More

Sunday, July 26, 2009

Maksimalkan Bandwidth Internet di Windows XP

Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal, so.. jika anda ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.
Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :

1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik Administrative Templates
6. kemudian Klik Network
7. setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply,ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer


Semoga bermanfaat


Sumber : mkiosonline.blogspot.com

Read More

Monday, July 20, 2009

DHCP Server Di Windows XP Dengan Tftpd32

Sebenarnya Tftpd32 merupakan FTP server yang dilengkapi dengan fasilitas DHCP server, tapi saya lebih tertarik menggunannya sebagai DHCP server karena proses konfigurasinya yang sangat mudah. Fungsi FTP server kurang mentereng jika dibandingkan dengan FileZilla server dan Xlight FTP.


Paket Tftpd32 ini bisa didownload di http://tftpd32.jounin.net/tftpd32_download.html, ada beberapa jenis paket yang bisa dipilih yaitu installer lengkap, service edition dan source code. Versi terbaru adalah Tftpd32 v 3.33.


Saya memilih paket Tftpd32 Service Edition, karena tidak terlalu ribet untuk konfigurasi. Proses instalasinya juga cukup mudah.


Keterangan :

Eth0 : 192.168.1.2/24 ke modem speedy

Eth1 : 10.10.10.100/24 ke switch client


IP pool statrting address : IP address awal yang disewakan

Size of pool : Banyaknya IP yang mau disewakan

Boot file : Diisi boot file kalau menggunakan thinclient (optional)

Wins/DNS Server : Wins/DNS Server yang dipakai (saya pakai DNS speedy)

Default router : router / gateway

Mask : netmask

Domain Name : Nama domain (optional)


Kalau konfigurasi sudah benar klik Save, ada kotak dialog yang minta service di restart agar konfigurasi baru bisa berfungsi, bisa mengklik kanan tray icon Tftpd32 dan pilih Tftpd32 restart service atau buka service di Control Panel – Administrative Tools.




Mudah kan? Selamat mencoba.

Read More

Sunday, July 19, 2009

Install FTP Server di Windows XP Dengan FileZilla Server

Susah-susah gampang mencari aplikasi server yang open source di platform windows, hampir semuanya berbayar hanya beberapa yang open source. Ketika saya minta bantuan Mbah Google mencari server FTP di platform windows, dua teratas terfavorit muncul File Zilla dan Xlight FTP.


Untuk kali ini saya mencoba belajar mengkonfigurasi File Zilla, bisa didownload di http://filezilla-project.org/download.php?type=server atau bisa juga dicari di http://sourceforge.net. Karena baru belajar, saya hanya download file setup saja, meskipun sorce code nya juga disertakan.


Proses instalasinya cukup gampang (biasa windows tidak pernah membuat user berpikir), klak-klik aja, trus finish deh. Pada proses instalasi akan ditanyakan port yang akan digunakan untuk FileZilla Server Interface, secara default port yang digunakan adalah 14147, saya coba menggunakan port 1414.


Konfigurasi :


Buka FileZilla Server Interface di Start - Program - FileZilla server, muncul kotak dialog Connect to server. Isikan server address dengan IP FTP server atau 127.0.0.1 Kalau kita konfigurasi dari localhost. Default Administration password blank, jadi biarkan kosong, dan klik OK.



Tampilan awal FileZilla Server Interface seperti gambar di atas, untuk memulai konfigurasi pilih Edit – Setting, yang perlu diperhatikan :

- Port On Wich ….. adalah port yang digunakan admin interface

- IP Address which are Allowed ….. adalah daftar IP Address yang diijinkan connect ke admin interface.

- Change admin password untuk mengubah password admin.



Langkah selanjutnya membuat user dan group yang dijinkan mengakses FTP Server.

Untuk membuat group pilih menu Edit – Gorup. Klik Add untuk menambah group.



Untuk membuat user pilih menu Edit – Users. Klik Add untuk menambah user, dan jangan lupa menentukan folder yang akan di share, pilih page Shared Folder.




Kalau konfigurasi benar, FileZilla server sudah siap kita tes di browser, buka browser isikan di address bar ftp://10.10.10.16 (IP Address server FTP yang saya gunakan 10.10.10.16), jika muncul kotak dialog user dan password isikan dengan salah satu user yang sudah kita buat, biarkan password kosong, hasilnya seperti gambar di bawah ini :



Tampilan di FileZilla Server Interface saat ada request dari client :



Selamat mencoba … !
Read More

Monday, July 6, 2009

New PCMedia Antivirus (PCMAV 2.0c) Juni-Juli 2009

PCMAV 2.0c + Update B4


Sebelum menggunakan PCMAV ada baiknya anda baca file readme.txt yang disertakan dalam paket.

PC Media Antivirus (PCMAV) 2.0c
Copyright (c) 2006-2009 Majalah PC Media
A member of Pinpoint Publications
Read More

Tuesday, June 9, 2009

Install Driver GeForce 7100 di Ubuntu Jaunty

Minggu kemaren LABSI mendapatkan jatah komputer baru dari pengadaan alat pendidikan tahun anggaran 2009, 2 unit komputer tipe Acer Aspire M1641 dengan monitor LCD Acer AL1716W. Sebenarnya saya baca di spesifikasi, seharusnya sudah terinstal Linux, tapi entah mengapa ternyata OS nya sudah berubah ke Windows XP SP2 “bajakan”.

Karena lagi semangat-semangatnya go open source (ciaaaaaa …......!), langsunga aja aq ancang-ancang install Linux, pilihannya ada dua antara Ubuntu Jaunty Jackalope atau Blankon Nanggar (distro favorit nih …!). secara pribadi, aku sebenarnya lebih suka Ubuntu, namun aku lebih bangga menggunakan Blankon, maka target komputer pertama saya install Blankon Nanggar (bukan saya sih yang install tapi si Rotua; admin Lab) tanpa masalah, sedangkan komputer kedua aku coba install Ubuntu Jaunty Jackalope.

Untuk Ubuntu Jaunty Jackalope ada sedikit masalah, saat sesi live CD sudah kelihatan kalau Ubuntu Jaunty Jackalope belum bisa secara otomatis mengenali GeForce 7100 (VGA onboard Aspire M1641), maksimal resolusi hanya 800x600 padahal dari spesifikasi monitor LCD Acer AL1716W widescreen 10:16, alhasil tampilan jadi lebar dan gemuk.

Lagi-lagi harus tanya Mbah Google, hasilnya adalah pertama aku harus install nvidia-glx-180 driver nvidia yang support ke GeForce 7100 (liat di http://packages.ubuntu.com/jaunty/nvidia-glx-180), kedua aku harus mengubah konfigurasi xorg.conf di /etc/X11/ untuk menambahkan daftar video card (baca di http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=533299).

Jalankan nvidia-xorg untuk memastikan perubahan konfigurasi di xorg.conf sudah benar (kalau salah akan ada pesan kesalahan dari system). Kalau sudah beres tinggal restart x server atau lebih gampang reboot komputer. Insyaallah berhasil.

Ini contoh konfigurasi lengkap xorg.conf :

# nvidia-xconfig: X configuration file generated by nvidia-xconfig

# nvidia-xconfig: version 1.0 (buildmeister@builder63) Mon Mar 23 15:33:27 PST 2009

Section "Monitor"

Identifier "Generic Monitor"

HorizSync 28.0 - 204.0

VertRefresh 43.0 - 60.0

Option "DPMS"

EndSection


Section "Screen"

Identifier "Screen0"

Device "nVidia Corporation GeForce 7100 GS"

Monitor "Generic Monitor"

DefaultDepth 24

SubSection "Display"

Depth 1

Modes "4095x4095" "1280x1280" "1280x1024" "1280x800" "1024x768" "800x600" "720x400" "640x480"

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection "Display"

Depth 4

Modes "4095x4095" "1280x1280" "1280x1024" "1280x800" "1024x768" "800x600" "720x400" "640x480"

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection "Display"

Depth 8

Modes "4095x4095" "1280x1280" "1280x1024" "1280x800" "1024x768" "800x600" "720x400" "640x480"

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection "Display"

Depth 15

Modes "4095x4095" "1280x1280" "1280x1024" "1280x800" "1024x768" "800x600" "720x400" "640x480"

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection "Display"

Depth 16

Modes "4095x4095" "1280x1280" "1280x1024" "1280x800" "1024x768" "800x600" "720x400" "640x480"

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection "Display"

Depth 24

Modes "4095x4095" "1280x1280" "1280x1024" "1280x800" "1024x768" "800x600" "720x400" "640x480"

Virtual 1280 800

EndSubSection

EndSection


Section "Module"

Load "dbe"

Load "extmod"

Load "type1"

Load "freetype"

Load "glx"

EndSection

Section "InputDevice"

Identifier "Mouse0"

Driver "mouse"

Option "Protocol" "auto"

Option "Device" "/dev/psaux"

Option "Emulate3Buttons" "no"

Option "ZAxisMapping" "4 5"

EndSection


Section "InputDevice"

Identifier "Keyboard0"

Driver "kbd"

# generated from default

EndSection

Section "ServerLayout"

Identifier "Layout0"

Screen 0 "Screen0" 0 0

InputDevice "Keyboard0" "CoreKeyboard"

InputDevice "Mouse0" "CorePointer"

EndSection

Section "Device"

Identifier "nVidia Corporation GeForce 7100 GS"

Driver "nvidia"

EndSection

Read More