Wednesday, October 21, 2009

gBilling Untuk Billing Warnet.

Setelah saya mencoba beberapa billing untuk warung internet, akhirnya saya jatuh hati pada gBilling, mungkin karena gBilling dilisensikan di bawah GPL (GNU Public License) versi 2, jadi tidak ada batasan distribusi dan batasan modifikasi dengan gBilling, anda dapat memodifikasi gBilling sesuai keperluan anda. Disamping itu kompabilitas gBilling yang telah mengeluarkan berbagai versi, baik versi Linux, Mac maupun Windows.

Walaupun release pertama gBilling masih dalam release percobaan (BETA), tapi hasil percobaan yang saya lakukan cukup sukses. Saya menggunakan Ubuntu 9.04 sebagai komputer server dan windows XP Profesional SP2 sebagai komputer client, hasilnya cukup memuaskan. instalasi cukup mudah dan setting konfigurasi baik server maupun client sangat user friendly.

Tapi ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :
1.    Setting waktu untuk durasi pemakaian di komputer client masih tergantung pada komputer client, jika waktu di komputer client lebih lambat dari server maka durasi pemakaian yang tampil di GUI server minus (-). Seharusnya waktu “start” dan “finish” menggunakan waktu di komputer server.
2.    Pengaturan tarif masih membingungkan, contoh :
Menit pertama     : 40    harga    : 2000
Menit selanjutnya    : 10    harga     : 500
Perubahan harga dari 2000 ke 2500 itu terjadi pada menit ke 50.00, atau  Perubahan harga dari 2500 ke 3000 itu terjadi pada menit ke 60.00, sehingga pada menit ke 69.59 harga masih tercatat 3000, tentu hal ini merugikan pemilik warung internet.
3.    Pengaturan tarif paket masih ada bug, saya mengatur tarif paket perjam 3000, setelah itu saya mencoba dari komputer client memilih paket, setelah saya tekan tombol “mulai”, aplikasi gBilling client restart tanpa ada sebab yang jelas, tapi jika saya memilih tarif reguler tidak ada masalah.

Walaupun masih ada bug seperti di atas, hal itu bisa diselesaikan dengan cara :
1.    Pastikan waktu di komputer server dan komputer client itu sama, cara yang termudah adalah synkronisasi otomatis dengan internet time.
2.    Untuk permasalahan poin 2 dan 3 bisa diakali dengan mengatur tarif reguler seperti contoh di bawah ini :
Menit pertama     : 40    harga    : 2000
Menit selanjutnya    : 2    harga     : 100
(bisa menggunakan 1 det : 50 rupiah, kalau tidak keberatan menyediakan uang kembali 50-an)
Sehingga setelah tarif paket di menit pertama, perubahan harga tidak terlalu lama, kalaupun pemilik warung internat rugi, itupun tidak lebih dari 2 menit.

Terlepas dari hal itu semua, sya mengucapkan terimakasih kepada tim pengembang gBilling, semoga di release final nanti bug-bug tersebut sudah bisa diatasi.

14 comments:

Dwi M. Wibowo said...

Hwaaa eksperiment nya mantap pak :)

Lutfi said...

Bkn eksperiment nih, ni bener2 setting d warnetku ...

Dwi M. Wibowo said...

Wah bisa private ney, skalian inetan :)

Rahmat Faisal said...

Yah.. namanya juga GPL kan pak...
that's why open source...

Lutfi said...

@Rahmat Faisal : iya .... GPL (ga pake londo ehhhh bondo) ...

Iyus_nich said...

saya pendatang baru neh n dah nyoba GBilling. tp kenapa ya tariff di servernya tidak counting? saya memasukan;
- tarif pertama : 1000
- menit pertama : 1
- interval menit : 15
- tarif selanjutnya : 1000

setelah 15 menit pertama, di client sudah 2000 tp di sever masih aja 1000?
mohon Pencerahannya.
thx

Lutfi said...

@mas Iyus ... mungkin itu salah satu bug gBilling, d tulisan d atas udah dijelaskan klo perubahan harga setelah menit pertama dilakukan di akhir menit, yang seharusnya di awal menit, hal ini pasti merugikan. oleh karena itu solusi yg ada di tlisan di atas bisa dilakukan untuk menghindari kerugian.

Apip Firmansyah said...

mmh yang menit 1 = 500
menit selanjutnya 10 = 500
maka asumsinya
per sepuluh menit 500 jadi 1 jam 3000 + 500 menit pertama

Lutfi said...

@Mas Apip, boleh jg nih usulan mas Apip,so pada menit ke 59 tetep 3000, Beda klo disetting
10 mnit pertama : 500
10 mnit selanjutnya : 500
harusnya pada menit ke 51-59 sdh 3000, tp krna perubahan harga di akhir menit maka menit ke 51-59 msh ttp 2500, br setelah menit ke 60 berubah ke 3000

3n4m53mb1l4n said...

Mungkin kudu ditambahin konfigurasi, pembulatan.

Lutfi said...

@Mas Faisal, wahh kudu koding tuh!

ian said...

Hmm patut dibanggakan. GBilling Team Pahlawan Indonesia.

wira said...

slm knl gan.mo nanya ne: gbilling client koq g mo connect ke server y? sy udh msukn ip addres server & port nya stndar 1705. ip client udh dimsukn smua di data server dari 1-18 client.tlng bgt y gan...

Lutfi said...

@wira, harusnya klo client udah bisa ping ke server atau sebaliknya, gbilling client pasti bisa konek ke server asal konfigurasi client diserver sdh sesuai dengan daftar ip client. Hal yang mungkin terjadi adalah ada firewall di server yg tdk mengijinkan client mengakses port2 tertentu. pastikan firewall tersebut mengijinkan client mengakses port gbilling(default 1705). atau klo pake squid proxy (sever proxy jadi satu dg server gbilling), pastikan port gbilling termasuk dalam acl safe_port squid.

Related Post :