Tuesday, May 4, 2010

Server Mirror-ku Sapeh

Melihat server mirror di kantorku (satu-satunya universitas negeri di Madura), hati menjadi miris. Hanya menggunakan IBM server XSeries terendah dengan spesifikasi Xeon 3065, 1GB DDR2-667 ECC, 160GB HDD SATA, DVD-ROM, VGA ATI 16MB, GbE NIC, Tower Case, server mirror ini sudah bisa berjalan dan menyediakan master ISO ubuntu terbaru dan server repo terbaru.

Server yang hanya menyediakan koneksi lokal ini, untuk tetap hidup terpaksa file ISO master yang lama dihapus beserta repo-nya. bahkan usulan agar server ini bisa terkoneksi ke internet harus terhambat dengan sejuta alasan. Padahal koneksi internet hukumnya wajib bagi server mirror ini agar senantiasa ter-update.

Untuk menyediakan content terpaksa kami sebagai pengelola medownload file iso dan reponya di luar kampus, atau menyalin dari teman-teman komunitas linux lain di luar kampus.

Ada apa sebenarnya dengan kampus ini? mengapa open source mendapatkan tempat yang tidak terlalu layak sebagai salah usaha untuk memerangi kejahatan hak cipta yang telah menempatkan Indonesia di daftar hitam bersama-sama negara-negara pembajak lainnya?

Apakah penjelasan manfaat server mirror ini belum cukup, yang diantaranya :
memberikan kemudahan bagi pengguna open source untuk mendapatkan file iso dan mengapdate aplikasinya melalui server lokal, sehingga dapat mengurangi traffic internet. Terlebih ini juga memberikan jaminan bagi rekan-rekan yang masih ragu-ragu untuk migrasi dari produk berbayar bahwa menggunakan produk open source juga disediakan layanan/servis layaknya produk berbayar, bahkan layanannya bisa didapatkan secara free juga.

Penjelasan seperti apa sebenarnya yang bisa di pahami oleh para stake holder di kampus ini? tidak bisakah mereka melihat kampus-kampus besar juga memberikan perhatian yang sama besar terhadap open source, walaupun sudah ada Campus Agreement dengan penyedia software berbayar. Lihatlah Universitas Indonesia dengan kambing-nya, ITS dan UGM dengan repo-nya, bahkan unej yang juga dilirik sebagai cyber campus dengan mirror-nya.

Kampusku tercinta yang pada dies natalis tahun 2009 memproklamirkan sebagai kampus berbasis IT, ternyata masih sedikit sekali mengerti tentang IT.

3 comments:

hendri said...

terima kasih tas infonya..
senang membaca di blog anda..
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal ekonomi andalas

form laporan penjualan said...

form laporan penjualan

Daftar Instagram said...

info yang sangat bermanfaat, terimakasih banyak :D
Keep Share..

Related Post :