Thursday, January 5, 2012

Pangeran Katandur Penemu Nanggala atau Salagah

Hari ini, seharian dari pagi sampai petang saya bersama keluarga berkesempatan untuk wisata religi di Sumenep, salah satu tempat yang dikunjungi adalah pasarean/asta Pangeran Katandur atau Syekh Ahmad Baidawi sebagai seorang penyebar agama Islam di kabupaten Sumenep dan sekaligus yang pertama kali mengenalkan bercocok tanam dan membajak sawah menggunakan Nanggala atau Salagah yang ditarik oleh dua ekor sapi, yang selanjutnya merupakan cikal bakal budaya karapan sapi di Madura.

Kebiasaan membajak sawah menggunakan nanggala atau salagah yang ditarik oleh dua ekor sapi inilah yang kemudian melahirkan kebudayaan karapan sapi di Madura. Nanggala dan Salagah bentuknya sangat mirip pangonong yang dipakai dalam karapan sapi. Bedanya adalah di bagian kaleles tidak terdiri dari dua batang kayu yang biasanya dipakai untuk tempat tokang tongkok atau joki dalam karapan sapi, tapi hanya terdiri dari satu kayu bengok yang bagian bawahnya dilekatkan besi lancip yang bertujuan untuk membelah tanah yang disebut dengan saka'.

Menurut buku yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan danPariwisata Provinsi Jawa Timur yang bertajuk daya tarik wisata di kabupaten Sumenep, Syekh Ahmad Baidawi ini merupakan putra dari Pangeran Pakaos yang merupakan cucu dari Sunan Kudus. Beliau mendapatkan gelar Pangeran Katandur karena merupakan penyebar agama islam yang menggunakan keahliannya di bidang pertanian sebagai media untuk menyebarkan agama Islam. Katandur berasal dari kata “Tandur” yang berarti ahli menanam atau ahli pertanian.
Pintu Masuk Pasarean/Asta Pangeran Katandur

Pasarean/Asta Pangeran Katandur

Pasarean/Asta Pangeran Katandur berada di kecamatan kota Sumenep, tepatnya di belakang perumahan giling Sumenep. Seperti Pasarean/Asta seorang yang dianggap wali dan berjasa lainnya setiap hari tidak pernah sepi dari peziarah, dan pemerintah kabupaten Sumenep telah menetapkan Pasarean/Asta Pangeran Katandur sebagai salah satu tempat wisata religi yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten Sumenep.
Read More